apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

7 Golongan Obat yang Efektif Sembuhkan Jerawat

3 min read

Duniaku Maya – Sudah bukan rahasia umum, munculnya jerawat bisa menjadi salah satu masalah besar. Apalagi jika jerawat tersebut dapat menghambat aktivitas.

Jerawat atau Acne vulgaris merupakan salah satu gangguan di kulit wajah, leher, dan punggung yang ditandai dengan munculnya sebula (kulit bersisik merah), komedo, papul, pustul, nodul, dan jaringan parut.

Empat penyebab jerawat, baik karena genetik maupun lingkungan, yang kemudian dapat saling berpengaruh adalah karena adanya hiperkeratinisasi (pengerasan jaringan kulit pada saluran sebasea), peningkatan produksi kelenjar sebum (kelenjar minyak), kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes, dan inflamasi (peradangan).

Bagaimana cara mengatasi jerawat?

Keparahan jerawat dibagi menjadi beberapa tingkat, mulai dari ringan, sedang, berat, hingga sangat berat. Dokter akan menentukan tingkat keparahan jerawat berdasarkan kondisi jerawat secara klinis, salah satunya berdasarkan jumlah dan tipe lesi. Keparahan jerawat akan menentukan terapi yang diperlukan.

Cara mengatasi jerawat dibagi menjadi terapi non-farmakologi (tanpa menggunakan obat) dan farmakologi (menggunakan obat).

Terapi non-farmakologi untuk mengatasi jerawat ringan diantaranya adalah:

  1. Mengindari memencet lesi sembarangan
  2. Memilih kosmetik non-komedogenik (produk bebas minyak dan berbasis air)
  3. Melakukan perawatan wajah
  4. Mengurangi asupan makanan yang mengandung susu
  5. Mengontrol emosi dengan baik
  6. Menghindari kebiasaan merokok

Sedangkan untuk terapi farmakologi, terdapat dua jenis pengobatan, yaitu pengobatan topikal dan pengobatan oral.

Pengobatan topikal yaitu menggunakan obat tepat pada daerah berjerawat sehingga dihasilkan efek lokal. Bentuk sediaan yang digunakan biasanya dalam bentuk semisolid seperti krim, salep, atau gel. Sedangkan pengobatan oral yaitu menggunakan obat yang diminum untuk mengobati jerawat melalui jalur sistemik, contohnya bentuk sediaan tablet, kapsul, ataupun suspensi.

Ada obat jerawat tertentu yang bisa dibeli langsung di apotek, namun ada juga beberapa obat yang memerlukan resep dokter untuk membelinya. Artinya, dokter harus memeriksa kondisi jerawat tersebut sehingga dokter dapat memberikan saran pengobatan yang tepat.

A. Terapi Topikal

Retinoid

Retinoid adalah derivat atau turunan dari vitamin A yang dapat mengobati jerawat ringan hingga sedang dan mencegah terbentuknya komedo.

Retinoid topikal yang utama adalah tretinoin, tazaroten, dan adapalene. Retinoid dapat diperoleh dengan atau tanpa resep dokter. Cukup oleskan tipis pada jerawat, 1-2 kali sehari setelah mencuci muka dengan air bersih.

Apoteker akan memberikan informasi terkait efek samping yang ditimbulkan oleh obat ini, yaitu dapat menyebabkan kemerahan hingga pengelupasan pada kulit setelah pengaplikasian pada kulit, namun akan normal kembali pada beberapa hari. Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Benzoil Peroksida

Bahan aktif benzoil peroksida efektif mengatasi jerawat ringan sampai sedang, seperti komedo dan luka yang meradang. Benzoil peroksida merupakan antimikroba kuat, tetapi bukan antibiotik, sehingga tidak menimbulkan resistensi. Obat ini dapat diperoleh dengan maupun tanpa resep dokter.

Cara menggunakan obat ini yaitu dengan mengoleskan tipis pada jerawat, 1-2 kali sehari setelah mencuci muka dengan air bersih. Apoteker akan menjelaskan bahwa obat ini tidak boleh digunakan bersamaan dengan peeling agent seperti resorsinol, asam salisilat, dan sulfur.

Antibiotik

Antibiotik topikal dapat mengatasi jerawat ringan hingga sedang. Bahan aktif yang biasanya digunakan adalah klindamisin dan eritromisin. Keduanya dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Jika digunakan sembarangan, penggunaan antibiotik ini dapat menyebabkan resistensi sehingga dapat memperburuk hasil pengobatan. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker terkait penggunaan antibiotik untuk mengatasi jerawat.

Sediaan Topikal Lain

Selain bahan-bahan aktif yang telah disebutkan, terdapat beberapa bahan aktif yang ada pada sediaan topikal untuk jerawat ringan, yaitu sulfur, sodium sulfasetamid, resorsinol, dan asam salisilat. Bahan-bahan ini umumnya terdapat pada produk yang dijual bebas, namun tetap waspadai efek samping yang mungkin terjadi seperti iritasi kulit.

B. Terapi Oral

Antibiotik

Antibiotik oral digunakan pada keparahan jerawat sedang sampai sangat berat. Terapi ini digunakan jika antibiotik topikal tidak memberikan hasil yang optimal. Jenis antibiotik yang umum digunakan adalah tetrasiklin.

Tingkat resistensi terhadap tetrasiklin cukup tinggi sehingga turunannya yaitu doksisiklin dan minosiklin lebih efektif. Antibiotik tersebut tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan anak-anak. Eritromisin dan azitromisin lebih aman untuk wanita hamil dan anak-anak.

Perlu diingat, untuk mendapatkan antibiotik harus disertai dengan resep dokter. Penggunaan antibiotik oral untuk jerawat harus dievaluasi oleh dokter untuk mengetahui efektivitas terapi dan mencegah terjadinya efek samping.

Isotretinoin

Obat ini digunakan pada jerawat dengan keparahan sangat berat, sudah kebal terhadap obat jerawat lain, atau jerawat yang menimbulkan bekas luka secara fisik maupun psikologis. Mekanisme kerjanya yakni mengurangi gejala jerawat jangka panjang dan memperbaiki jaringan yang rusak akibat jerawat.

Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter karena dosis yang digunakan sesuai kebutuhan tiap individu. Pemantauan dari dokter harus dilakukan karena penghentian secara mendadak dapat menimbulkan efek samping yaitu gejala hipervitaminosis A. Obat ini bersifat teratogenik sehingga tidak aman untuk ibu hamil.

Terapi Hormon

Ya, tidak perlu bingung jika mendapat kontrasepsi oral untuk mengobati jerawat! Pil kontrasepsi mengandung hormon estrogen dan progestin yang dapat mengatasi jerawat dengan keparahan sedang sampai berat. Pastikan telah berkonsultasi dengan dokter jika menggunakan terapi ini. Obat ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil.

Penting untuk diketahui, mengatasi jerawat dengan tepat tidak lepas dari peran diri sendiri. Setelah berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, pastikan untuk mematuhi semua informasi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan tersebut agar hasil pengobatan lebih optimal.

Sumber :

  1. Hauk, L. (2017). Acne Vulgaris: Treatment Guidelines from the AAD. American family physician95(11), 740-741.
  2. Madelina, W., & Sulistiyaningsih, S. (2018). Resistensi Antibiotik Pada Terapi Pengobatan Jerawat. Farmaka16(2), 105-117.
  3. Ramdani, R., & Sibero, H. T. (2015). Treatment for acne vulgaris. Jurnal Majority4(2).
apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.