apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Pengertian, Gejala dan Pengobatan Dermatitis

2 min read

Duniaku Maya – Kulit adalah pertahanan pertama dari paparan benda dari luar tubuh. Oleh sebab itu, kulit sering mengalami gangguan, sehingga dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu gangguan pada kulit yaitu dermatitis.

Baca juga 7 Golongan Obat yang Efektif Sembuhkan Jerawat

sumber : google

Dermatitis adalah peradangan pada kulit, ditandai adanya ruam bengkak kemerahan yang terasa nyeri dan gatal. Kulit menjadi melepuh, bernanah, berkerak atau mengelupas.

Penyakit ini menyerang orang dewasa, namun lebih banyak pada anak-anak. Meskipun penyakit ini tidak menular, namun dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan tidak percaya diri sehingga harus diobati.

Jenis dari penyakit kulit ini berdasarkan penyebabnya yaitu dermatitis atopik (eksim), dermatitis kontak, dan dermatitis seboroik.

Dermatitis Atopik (Eksim)

Bisa disebabkan oleh kulit kering, faktor genetik, sistem imun lemah, bakteri pada kulit dan faktor lingkungan. Paling banyak terjadi pada bayi dan anak-anak.

Pada bayi, eksim sering terlokasi pada wajah, kulit kepala, lengan, dan kaki. Pada anak-anak, lebih sering terlokasi pada siku, lutut, pergelangan tangan dan pergelangan kaki. Sedangkan pada orang dewasa, eksim sering terlokasi di wajah dan leher.

Dermatitis Kontak

Dermatitis ini terjadi akibat kontak langsung dengan iritan atau alergen. Yang tergolong alergen yaitu tanaman beracun, produk pembersih (detergen atau sabun), parfum, perhiasan, sarung tangan latex atau kosmetik.

Jika mengalami hal seperti ruam popok, tangan yang kering dan pecah-pecah akibat terlalu lama kontak dengan air, atau iritasi kulit disekitar mulut kerena menjilati bibir, maka dapat dikategorikan mengalami dermatitis kontak.

Dermatitis Seboroik

Penyebabnya adalah sistem imun yang lemah, kurang nutrisi, terdapat masalah pada sistem saraf, infeksi jamur pada kulit berminyak, dan adanya pengaruh musim.

Dermatitis seboroik ditandai dengan adanya bercak bersisik pada kulit, kulit di bawah bercak ini berwarna kemerahan, bercak sering terlihat berminyak atau lembab, sisik berwarna kekuningan hingga putih dan dapat mengelupas.

Pada bayi, dermatitis seboroik terlokasi di wajah, biasanya pada kelopak mata, di sekitar hidung, atau telinga. Sedangkan pada orang dewasa, bercak terbentuk di lokasi kulit berminyak, seperti di kulit kepala, wajah, dan di saluran telinga.

Pengobatan pada Anak-Anak

Pengobatan yang disarankan diantaranya adalah mandi dengan air hangat kuku menggunakan sabun berpelembab dan mengoleskan pelembab pada permukaan kulit setelah mandi,

Pencegahan yang perlu dilakukan agar penyakit tidak semakin parah adalah menghindari faktor pencetus alergi seperti debu, binatang, dan serbuk bunga. Selain itu, perlu dihindari menggunakan pakaian yang terlalu tebal dan ketat pada anak, lebih baik menggunakan pakaian berbahan katun.

Berkonsultasi ke dokter jika ruam tak kunjung membaik dan rasa gatal mengganggu tidur anak.

Pengobatan pada Orang Dewasa

  • Mengoleskan emolien pada kulit 2 kali sehari setelah mandi. Fungsinya yaitu untuk membantu melembabkan kulit. Contoh emolien yang dapat digunakan adalah Urea 10% cream.
  • Menggunakan kortikosteroid topikal (salep/krim) untuk menyembuhkan reaksi inflamasi (peradangan). Oleskan tipis-tipis pada kulit yang gatal atau merah 2-3 kali sehari. Contoh obat yang dapat digunakan adalah salep hidrokortison. Selain menggunakan salep, dapat pula meminum obat dexamethason 0,5 mg tablet 2-3 kali/hari untuk menyembuhkan peradangan kulit (dengan resep dokter).
  • Minum obat antihistamin untuk menyembuhkan gatal-gatal. Contoh obatnya adalah : klorfiniramin (CTM) 4 mg 4-6 kali /hari dan Loratadine 10 mg 1 kali/hari.

Perhatian, Jangan Minum Obat Ini Bersamaan!

Berikut ini adalah obat-obatan yang tidak boleh diminum bersamaan karena dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan, sehingga perlu dilakukan pengaturan terkait waktu minum obat.

  • Obat klorfiniramin / CTM tidak boleh diminum bersamaan dengan obat amitriptilin.
  • Obat Dexamethason tidak boleh diminum bersamaan dengan obat lain seperti isoniazid dan asetosal.
  • Obat Loratadin tidak boleh diminum bersamaan dengan obat Dexamethason, Isoniazid, ketoconazol, metronidazol, dan amitriptilin.

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika mendapatkan obat-obat tersebut.

Perhatian! Kenali Efek Samping Obat Ini dan Cara Mengatasinya

  • Obat CTM, Loratadine, dan Dexamethason dapat menyebabkan mual dan sakit kepala. Jika efek samping ini muncul dan mengganggu, konsultasikan dengan dokter.
  • Obat CTM dapat menyebabkan kantuk. Hindari aktivitas seperti berkendara atau menjalankan mesin setelah meminum obat ini.

Pencegahan

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dihindari agar tidak memperparah dermatitis :

  • Tidak mandi dengan durasi terlalu lama. Lebih baik mandi menggunakan air hangat.
  • Gunakan sabun yang lembut dan tidak terlalu menghasilkan banyak busa.
  • Setelah mandi, keringkan dengan handuk yang halus secara hati-hati.
  • Jauhi iritan dan alergen yang dapat memperparah penyakit, misalnya debu, serbuk bunga, dan bulu binatang.

Simpan Infografisnya!

sumber : dokumen penulis
sumber : dokumen penulis

Sumber

  1. American Academy of Dermatology. 2018. Contact dermatitis. Dikutip dari https://www.aad.org/public/diseases/eczema/contact-dermatitis#overview tanggal 03 Oktober 2019
  2. American Academy of Dermatology. 2018. Seborrheic dermatitis. Dikutip dari https://www.aad.org/public/diseases/scaly-skin/seborrheic-dermatitis#overview tanggal 04 Oktober 2019
  3. Thomsen S. F. 2014. Atopic dermatitis: natural history, diagnosis, and treatment. ISRN allergy2014, 354250. doi:10.1155/2014/354250

apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

One Reply to “Pengertian, Gejala dan Pengobatan Dermatitis”

  1. Hi there, i read your blog occasionally and i own a similar one and i was just wondering if
    you get a lot of spam remarks? If so how do you stop it, any plugin or anything you
    can suggest? I get so much lately it’s driving me crazy so any support is very much appreciated.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.