apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Review Buku “Menikah untuk Bahagia”

2 min read

Duniaku Maya – Apakah benar, membaca buku pernikahan sebelum menikah sama dengan kebelet nikah?

Pertanyaannya, sudah semahir apa kita dalam menyikapi sebuah hubungan? Bukankah menyatukan isi dua kepala dan merekatkan dua hati itu adalah hal yang tak mudah?

Mengapa Jomblo Harus Membaca Buku Pernikahan

Analogi nya, bukankah sebelum melaksanakan ujian nasional, kita mati-matian belajar menyiapkannya agar lulus? Lantas bagaimana kita bisa “selamat” mengarungi bahtera pernikahan jika kita belum punya cukup pengetahuan tentangnya?

Kapan kita harus lurus, berhenti, atau belok… dan tentunya bagaimana kita memahami marka-marka jalannya?

Sebagus Apa Buku Ini?

dokumen pribadi

Oke, pembukaan saya sudah panjang kali lebar. Mari kita fokus ke buku keren ini.

  • Judul buku                  : Menikah untuk Bahagia
  • Penulis                         : Indra Noveldy dan Nunik Hermawati
  • Penerbit                      : Noura Publishing
  • Tahun terbit                : September 2018 (cetakan ke-1)
  • Jumlah halaman        : 347 halaman
  • Harga                          : Rp 89000,00

Segi Visual

Dari sekian banyak buku pernikahan di Togamas, mata saya langsung tertuju pada buku bersampul kalem ini. Percaya tidak percaya, padahal buku ini diletakkan di rak paling atas dan paling ujung. Menurut saya, sampul buku ini menarik.

Kemudian, judul “Menikah untuk Bahagia” nyatanya membawa angin segar bagi saya. Menurut saya, judul ini sederhana namun powerful. Siapa sih yang nggak ingin pernikahannya bahagia?

Benar saja, pada sampul buku ini terdapat klaim ‘telah terjual puluhan ribu eksemplar’. Kerennya lagi, buku ini juga mengklaim telah diterbitkan 13 kali, pertama kali diterbitkan pada tahun 2013. Sepertinya buku ini memang bagus.

Pertama kali saya membuka ini, saya sudah jatuh cinta. Ini tidak melebihkan sama sekali. Menurut saya, layout buku nya pas. Pemilihan font style dan font size nya juga sesuai. Cukup membuat nyaman mata miopi saya.

dokumen pribadi

Selain itu, terdapat beberapa ilustrasi entah itu dalam bentuk sketsa maupun gambar, sehingga menurut saya, 347 halaman kebelakang saya tidak akan merasa bosan. Buku ini juga ringan dan dimensi ukurannya sebatas A5 sehingga buku ini mudah dibawa kemana-mana.

dokumen pribadi

Asyiknya lagi, pada halaman awal buku ini terdapat desain khusus yang dapat dimanfaatkan jika buku ini akan dijadikan kado pernikahan.

dokumen pribadi

Segi Isi Buku

Tak lantas hanya jatuh hati pada segi visual, saya lantas mencari ulasan buku ini di Internet. Kebanyakan pembaca memberikan nilai positif pada buku ini.

Buku ini membahas permasalahan-permasalahan pernikahan dan solusinya. Jadi, menurut saya, buku ini cocok dibaca sebelum menikah dan setelah menikah. Dengan kata lain, menurut saya, buku ini akan ‘hidup lama’ jika dibeli, tidak sekedar sekali baca selesai.

Jujur saja, saya baru pertama kali membaca buku pernikahan. Saya bukan tipe jomblo yang gemar membaca buku pernikahan, hehehe. Saya baru ‘insaf’ dan mulai mempersiapkan diri untuk hal sesakral pernikahan. Oleh karena masih pemula, saya ingin membaca buku pernikahan dengan ‘bahasa yang ringan’. Dan buku ini adalah pilihan yang tepat.

Kalimat yang digunakan penulis bukan kalimat panjang yang membosankan untuk dibaca. Ringkas dan padat. Konsep yang digunakan penulis dalam memaparkan value dari buku ini juga cukup unik karena menggunakan istilah diamond of love yang kemudian menjadi bab-bab tersendiri yaitu Tujuan, Mindset, Knowledge & Skill, Komitmen, dan Berserah.

dokumen pribadi
dokumen pribadi

Dari segi isi sendiri sudah tidak perlu diragukan lagi. Sebagai konselor pernikahan yang juga malang melintang mengisi seminar dan workshop, penulis pandai sekali memadukan kalimat, membuat analogi, dan menciptakan gamparan demi gamparan realita kehidupan pernikahan yang tidak dilebihkan maupun dikurangi.

Bab Tujuan

Pada bab ini, penulis meyakinkan pembaca mengenai tujuan utama dari pernikahan. Apakah hanya sebatas karena sudah cukup umur ataukah lebih dari itu?

Bab Mindset

Menurut penulis, cara pandang sangat mempengaruhi cara bersikap. Padahal cara pandang itu adakalanya perlu dikoreksi. Penulis mencoba mengoreksi cara pandang kita yang mungkin terlanjur keliru pada 34 judul sub bab yang menarik.

Menurut saya sebagai seorang jomblo, pada bab Mindset ini saya mempelajari banyak hal, terutama pentingnya membangun komunikasi yang sehat antar pasangan dan tentunya konsep managemen ego.

Bab Knowledge and Skill

Kedua hal yang diperlukan untuk mengarungi kehidupan dengan berhasil, termasuk kehidupan pernikahan. Menurut penulis, knowledge harus selalu ditingkatkan, termasuk diantaranya mengenali siapa diri kita dan siapa pasangan, masing-masing kebutuhan, dan tentunya peran.

Mempraktikan knowledge adalah salah satu cara menajamkan skill . Penulis mengarahkan bagaimana menciptakan itu semua pada 29 judul sub bab.

Bab Komitmen

Untuk menjalani sebuah komitmen, perlu mengetahui alasan dasar mengapa harus menjalaninya serta perlu menetapkan tujuan dan memiliki mindset yang tepat.

Bab Berserah

Pada akhirnya, semua memang atas kehendak-Nya. Berserah dapat menambah ketenangan hati dalam melakukan segala usaha.

Sekali lagi, saya takjub dengan realita-realita pernikahan yang dipaparkan oleh penulis beserta saran yang cukup cemerlang dalam mengatasinya. Buku ini jauh dari kesan menggurui. Ringan tapi berisi.

Bagi Singlelillah yang baru mau mempelajari pernikahan seperti saya, saya rasa buku ini cukup dapat membuka cakrawala berpikir kita. Apalagi bagi pasangan yang pernikahannya sedang ‘sakit’, dengan membaca buku ini, saya yakin dapat menjadi salah satu obatnya.

Ohya, lebih baik juga, selain membaca buku, teman-teman Singlelillah juga datang ke kajian atau seminar pra-nikah agar pengetahuan kita lebih utuh dan lengkap.

Sedikit Kekurangan

Sayang sekali, buku ini tidak menyediakan bookmark atau pembatas buku.

Selamat membaca buku ini dan selamat memantaskan diri! 🙂

apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.