apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Strategi Menghadapi UAS

1 min read

Duaniku Maya – Wah, sudah mau UAS? Mungkin sebagian besar mahasiswa baru merasa bingung menghadapi UAS. Apa yang harus disiapkan? Cukupkah hanya belajar saja?

Saya mendapatkan strategi baru dalam menghadapi UAS dari Mas Budi Raharjo, seorang aktivis ITS, pada acara pembinaan Etoser Surabaya angkatan 2014. Simak dan praktikkan poin-poin di bawah ini!

1. Membangun Mental Akademik melalui IP

Lumrah memang, orientasi mahasiswa yang paling utama adalah untuk mendapatkan nilai yang sebaik-baiknya. Selain karena sebagai bukti hasil belajar untuk ditunjukkan ke orangtua, IP juga berpengaruh pada keberlanjutan studi nantinya.

Menurut Mas Agus, ketika IP sudah dikantongi, mahasiswa bisa membandingkan kompetensi dirinya dengan oranglain. Misalkan si A berasal dari SMA yang biasa-biasa saja, malah mampu mendapat IP yang bagus.

Lalu mengapa dengan modal pengetahuan lebih dari SMA yang lebih berkualitas malah mendapat IP yang lebih jelek? Setidaknya perbandingan tersebut akan memacu untuk lebih bersemangat dalam belajar.

2. Berdoa dan bertekad

Source : Google.com

Bertekadlah dalam mengejar mimpi. Sangat dianjurkan untuk menuliskan mimpi dan target-terget selama beberapa tahun ke depan, lantas memajangnya di dinding kamar dengan harapan akan selalu terbaca agar tetap termotivasi dalam meraih mimpi itu.

Sedangkan berdoa memang cara yang lumrah dilakukan oleh sebagian besar manusia. Akan tetapi tak ada salahnya jika doa tersebut dibagi. Misalkan si X menuliskan 50 mimpinya lalu mengirimkan SMS ke 50 orang teman dengan isi SMS berupa permintaan doa agar si X bisa meraih mimpi-mimpinya.

3. Jangan Nyontek Tugas

Sebenarnya bukan dimulai di bangku kuliah, tidak nyontek seharusnya sudah dilakukan sejak dahulu. Bagaimaapun, nyontek sangat tidak dibenarkan.

Ketika mendapat tugas, usahakan untuk selalu berusaha mengerjakan sendiri. Jika segala macam cara telah dikerahkan untuknya tapi masih belum juga menuai hasil, bisa minta tolong teman untuk mengajarkan cara mengerjakan (INGAT! Hanya minta ajari caranya, bukan menyalin pekerjaan teman).

Jika dirasa masih belum bisa berfungsi optimal, bisa menggunakan cara terakhir, yakni googling.

4. Membuat Summary

Menurut penuturan Mas Agus, H-1 Minggu UAS dianjurkan untuk membuat sebuah ringkasan, namun bukan sekedar ringkasan biasa. Kertas A4 dilipat menjadi 4 bagian, lalu dikeempat sudut atasnya dituliskan judul dari sub-babnya masing-masing.

Setelah itu, bisa dituliskan poin-poin penting dari materi tersebut. Sesuai dengan sebuah hasil penelitian bahwa jika belajar hanya dengan mendengar akan berpotensi sulit untuk mengingat materi lebih lama karena memori manusia memiliki kapasitas minimun, ketika ditambahkan memori lagi, akan hilang memori yang sebelumnya.

Dengan menulis, 20% ingatan akan lebih tajam. Bisa juga digunakan metode “ingat lokasi”, maksudnya adalah dalam ringkasan bisa ditambahi kode-kode tertentu yang mudah untuk dihapal, sehingga ketika lupa bisa membantu ‘menggalikan’ sepenggal memori tentang materi tersebut.

5. Belajar Bareng

Tak dapat dipungkiri, efektivitas tutor sebaya memang cukup ampuh untuk megatasi kejenuhan dalam belajar karena lewat belajar bersama dapat memicu adanya diskusi hangat mengenai materi, sehingga akan melebarkan cakrawala berpikir. Dampaknya adalah akan semakin paham dan menguasai materi dengan dasar yang kuat.

Selain itu, kalian bisa mengombinasi gaya belajar kalian dengan hal-hal yang membuat kalian nyaman, misalnya kalian suka belajar sambil mendengarkan musik atau kalian adalah tipe manusia mind mapping? Why not!

Semoga bermanfaat!

apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.