apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Suplemen Vitamin dan Mineral untuk Kekebalan Tubuh

8 min read

Duniaku Maya – Ditengah memburuknya kondisi kesehatan akibat pandemi Covid-19, beberapa peneliti di dunia menyarankan untuk melakukan beberapa tindakan preventif, salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan menambahkan suplemen makanan bila diperlukan.

Lantas, suplemen seperti apa yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh itu? Apa dampaknya jika dikonsumsi? Apa saja yang perlu diperhatikan ketika mengonsumsi suplemen tersebut?

Pengertian Suplemen

Suplemen adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan, mengandung satu atau lebih bahan yaitu vitamin, mineral, atau bahan yang berasal dari tumbuhan, asam amino, serat, atau enzim.

Sediaan suplemen beragam, diantaranya kapsul, tablet, likuid, maupun ekstrak.

Mikronutrien

Mikronutrien adalah unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang kecil, yaitu vitamin dan mineral. Kedua nutrisi ini didapatkan dari makanan.

Vitamin dan mineral ini memiliki fungsi yang penting, termasuk sebagai immunocompetence atau untuk menjaga kekebalan tubuh. Diantaranya adalah vitamin A, C, D, E, B6, B12, dan B9. Mineral yang berperan diantaranya zat besi, selenium, dan zinc.

Mikronutrien ini menjaga kekebalan tubuh dengan berbagai mekanisme dengan dosis yang disarankan oleh RDA. Yang perlu diingat, kelebihan mikronutrien juga akan memberikan dampak buruk sehingga perlu untuk mengetahui dosis maksimal suplemen mikronutrien yang digunakan.

Vitamin A

Manfaat untuk Imun

Jika kekurangan vitamin A, dapat mengurangi jumlah dan kemampuan NK Cell, fungsi neutrofil, kemampuan makrofag memfagositosis patogen, pertumbuhan dan diferensiasi Sel B, dan menurunkan jumlah T sel.

Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko terkena infeksi, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, campak, dan malaria.

Sumber dari Makanan

Vitamin A dapat didapatkan dari sumber makanan seperti hati, susu dan produk olahan susu, sayuran berwarna hijau gelap dan kuning, kuning telur, dan buah-buahan seperti buah blewah dan buah persik.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin A dalam satuan mikrogram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 400 mcg / hari (batas toleransi 900 mcg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 600 mcg / hari (batas toleransi 1700 mcg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 900 (pria) dan 700 (wanita) mcg / hari (batas toleransi 2800 mcg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 900 (pria) dan 700 (wanita) mcg / hari (batas toleransi 3000 mcg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 900 (pria) dan 700 (wanita) mcg / hari (batas toleransi 3000 mcg / hari).

1 IU Vitamin A ekuivalen dengan 0,3 mcg retinol. Contoh, 1700 mcg setara dengan …. IU, maka 1700 mcg * 3,33 = 5661 IU. Contoh, 6000 IU setara dengan… mcg, maka 6000/3,33 = 1801 mcg.

Efek Samping Potensial

Penggunaan vitamin A dosis tinggi dapat menyebabkan hipervitaminosis A dengan gejala sakit kepala, diplopia (penglihatan ganda), mual, da muntah.

Interaksi dengan Obat Lain

Vitamin A berinteraksi dengan obat Warfarin sehingga dapat meningkatkan efek antikoagulan dari Warfarin.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Vitamin A Kimia Farma, tersedia kekuatan 6000 IU, 20000 IU, 50000 IU.
  • Vitamin A IPI, tersedia kekuatan 6000 IU.

Vitamin C (Asam Askorbat)

Manfaat untuk Imun

Penggunaan suplemen vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi leukosit dan limfosit dari oxidative stress. Pada manula, suplementasi vitamin C memungkinkan untuk mengurangi insiden dan durasi pneumonia. Suplementasi vitamin C pada anak-anak dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala common cold, dan memberikan outcome yang baik pada pneumonia, malaria, dan diare.

Sumber dari Makanan

Kebutuhan vitamin C tubuh dapat dicukupi dengan mengonsumsi makanan seperti paprika hijau dan merah, brokoli, bayam, tomat, kentang, strawberi, kiwi, dan buah-buahan sitrus seperti jeruk dan lemon.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin C dalam satuan miligram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 25 mg / hari (batas toleransi 650 mg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 45 mg / hari (batas toleransi 1200 mg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 75 (pria) dan 65 (wanita) mg / hari (batas toleransi 1800 mg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 90 (pria) dan 75 (wanita) mg / hari (batas toleransi 2000 mg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 90 (pria) dan 75 (wanita) mg / hari (batas toleransi 2000 mg / hari).

Efek Samping Potensial

Penggunaan vitamin C dosis tinggi dapat menyebabkan mual, kram perut, diare, dan nefrolitiasis. Pasien Diabetes Mellitus dan gangguan ginjal sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi dalam jangka panjang.

Interaksi dengan Obat Lain

Vitamin C berinteraksi dengan obat seperti Cholestyramine dan Colestipol sehingga dapat menurunkan penyerapan vitamin C di dalam tubuh.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Sediaan Injeksi : Corbavit 1000 mg/5 mL; Extrace 500 mg/mL dan 1000 mg/mL; Sankorbin 200 mg/mL.
  • Sediaan Oral : Vitamin C tablet (Afiat) 100 mg, 50 mg; Vitamin C tablet (Imfarmind) 25 mg, 50 mg; Vitamin C IPI tablet 50 mg.

Vitamin D (Calciferol)

Manfaat untuk Imun

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kemungkinan terjangkit infeksi saluran pernafasan, menurunkan jumlah limfosit, meningkatkan risiko penyakit autoimun (misalnya DM tipe 1, multiple sclerosis, SLE, dan RA). Suplementasi vitamin D dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernafasan akut.

Sumber dari Makanan

Selain dari sinar matahari, vitamin D dapat kita peroleh dari bahan makanan seperti kuning telur, hati, salmon, dan tuna.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin D dalam satuan mikrogram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 15 mcg / hari (batas toleransi 75 mcg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 15 mcg / hari (batas toleransi 100 mcg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 15 mcg / hari (batas toleransi 100 mcg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 15 mcg / hari (batas toleransi 100 mcg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 15-20 mcg / hari (batas toleransi 100 mcg / hari).

1 IU Vitamin D ekuivalen dengan 0,025 mcg cholecalciferol atau ergocalciferol . Contoh, 75 mcg setara dengan …. IU, maka 75 mcg * 40 = 3000 IU. Contoh, 5000 IU setara dengan …. mcg, maka 5000 mcg/40 = 125 mcg.

Efek Samping Potensial

Mengonsumsi vitamin D secara berlebihan dapat menyebabkan anoreksia, hiperkalsium, batu ginjal, dan gangguan fungsi ginjal.

Interaksi dengan Obat Lain

Vitamin D berinteraksi dengan obat seperti Cholestyramine dan Colestipol sehingga dapat menurunkan penyerapan vitamin D di dalam tubuh.

Selain itu, penggunaan vitamin D bersama fenitoin, carbamazepin, dan golongan barbiturat dapat menigkatkan metabolisme vitamin D. Tidak sarankan menggunakan kortikosteroid bersamaan dengan vitamin D karena dapat mengganggu metabolisme vitamin D.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Natures Plus Vitamin D3 400 IU (Plus Vitamin A 800 IU)
  • Nature’s Way Kids Smart Drops Vitamin D3 400 IU
  • Now Food Vitamin D3 2000 IU Softgels

Vitamin E (Tokoferol)

Manfaat untuk Imun

Kekurangan vitamin E dapat mempengaruhi aspek humoral dan sel yang dimediasi dari imunitas adaptif, termasuk fungsi sel B dan sel T.

Suplementasi vitamin E pada manula berfungsi untuk menurunkan infeksi saluran pernapasan.

Sumber dari Makanan

Dapatkan vitamin E dari sumber makanan berikut : Gandum, minyak sayur, margarin, sayuran berdaun hijau, susu, kuning telur, kacang-kacangan.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin E dalam satuan miligram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 7 mg / hari (batas toleransi 300 mg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 11 mg / hari (batas toleransi 600 mg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 15 mg / hari (batas toleransi 800 mg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 15 mg / hari (batas toleransi 1000 mg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 15 mg / hari (batas toleransi 1000 mg / hari).

1 IU Vitamin E ekuivalen dengan 0.67 mg d-alpha-tocopherol, atau 0.9 mg. Contoh, 300 mg setara dengan …. IU, maka 75 mg * 1,5 = 112,5 IU. Contoh, 250 IU setara dengan …. mg, maka 250 IU *0,67 = 167 mg.

Interaksi dengan Obat Lain

Sama dengan penggunaan vitamin A dosis tinggi, penggunaan vitamin E dosis tinggi bersama warfarin dapat meningkatkan efek antikoagulan. Tidak disarankan pula menggunakan vitamin E bersamaan dengan Cholestyramin atau Colestipol karena dapat menurunkan absorpsi vitamin E.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Konimex EverE 250 IU
  • BlackmoresNatural E 250 IU
  • Nutrimax™Vitamin E 400 IU Water Soluble
  • Natures PlusVitamin E 400 IU Mixed Tocopherol Softgels

Vitamin B6 (Piridoksin)

Manfaat untuk Imun

Kekurangan vitamin B6 menyebabkan limfositopenia, penurunan berat jaringan limfoid, menurunnya respon terhadap mitogen, defisiensi pada imunitas yang diperantarai sel, menurunkan respon dari antibodi.

Sumber dari Makanan

Daging, sereal, lentil, kacang-kacangan, kuning telur, susu.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin B6 dalam satuan miligram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 0,6 mg / hari (batas toleransi 40 mg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 1 mg / hari (batas toleransi 60 mg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 1,3 (pria) dan 1,2 (wanita) mg / hari (batas toleransi 80 mg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 1,3 mg / hari (batas toleransi 100 mg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 1,7 (pria) dan 1,5 (wanita) mg / hari (batas toleransi 100 mg / hari).

Interaksi dengan Obat Lain

Tidak disarankan menggunakan vitamin B6 bersama dengan fenobarbital atau fenitoin karena dapat menurunkan level serum obat. Penggunaan bersama dengan Levodopa dapat menutunkan efektivitasnya.

Efek Samping Obat

Konsumsi Vitamin B6 dosis besar jangka lama dapat menyebabkan sindrom neuropati.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Nevradin (Per kaplet mengandung vitamin B1 100 mg, B6 200 mg, B12 200 mcg).
  • Rindobion (Per kaplet mengandung vitamin B1 100 mg, B6 200 mg, B12 200 mcg)
  • Neurosanbe (Per kaplet mengandung vitamin B1 100 mg, B6 200 mg, B12 200 mcg)

Vitamin B12 (Kobalamin)

Manfaat untuk Imun

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan penekanan respons imun (misalnya reaksi hipersensitivitas tipe lambat dan proliferasi sel T).

Sumber dari Makanan

Cukupi kebutuhan vitamin B12 dengan mengonsumsi hati, daging, unggas, tiram, kerang, produk olahan susu.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin B12 dalam satuan mikrogram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 1,2 mcg / hari (batas toleransi 75 mcg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 1,8 mcg / hari (batas toleransi 100 mcg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 2,4 mcg / hari (batas toleransi 100 mcg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 2,4 mcg / hari (batas toleransi tidak disebutkan)
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 2,4 mcg / hari (batas toleransi tidak disebutkan)

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan bersama metformin, kolkisin, antikonvulsan, suplemen vitamin C, anti-ulcer, atau antibiotik berpotensi menurunkan penyerapan dari vitamin B12.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Biocombin (Per kaplet mengandung vitamin B1 100 mg, B6 200 mg, B12 200 mcg).
  • Kalbion (Per kaplet mengandung vitamin B1 100 mg, B6 200 mg, B12 200 mcg)
  • Mersibion (Per kaplet mengandung vitamin B1 100 mg, B6 200 mg, B12 200 mcg)

Vitamin B9 (Asam Folat)

Manfaat untuk Imun

Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan penekanan respons imun (misalnya reaksi hipersensitivitas tipe lambat dan proliferasi sel T).

Sumber dari Makanan

Hati, daging sapi tanpa lemak, gandum, sereal gandum, telur, ikan, kacang kering, sayuran berdaun hijau.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis vitamin B9 dalam satuan mikrogram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 200 mcg / hari (batas toleransi 400 mcg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 300 mcg / hari (batas toleransi 600 mcg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 400mcg / hari (batas toleransi 800 mcg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 300-400 mcg / hari (batas toleransi 1000 mcg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 400 mcg / hari (batas toleransi 1000 mcg / hari).

Interaksi dengan Obat Lain

Jika digunakan bersama dengan fenitoin atau anti konvulsan lain (penggunaan secara kronis) dapat berpotensi menyebabkan anemia megaloblastik. Penggunaan bersama Sulfasalazin menurunkan absorpsi asam folat.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Folavit 400 mcg
  • Sundown Naturals Folic Acid 400 mcg
  • NOW Folic Acid 800 mcg with Vitamin B-12

Zinc

Manfaat untuk Imun

Suplementasi zinc berfungsi pada pemulihan aktivitas timin, peningkatan jumlah sel T sitotoksik, mengurangi jumlah sel T helper yang diaktifkan (yang dapat berkontribusi pada autoimunitas), peningkatan sitotoksisitas NK cell, dan penurunan insidensi infeksi.

Pada anak-anak, suplementasi zinc dapat mengurangi durasi diare dan kejadian pneumoni pada anak-anak usia > 6 bulan, tetapi tidak pada anak-anak usia 2-6 bulan; mengurangi durasi dan keparahan gejala common cold (flu biasa); serta peningkatan outcome pengobatan pada gejala pneumonia, malaria dan diare.

Sumber dari Makanan

Tiram, kerang, hati, daging sapi, domba, kacang polong, susu, gandum.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis zinc dalam satuan miligram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 5 mg / hari (batas toleransi 12 mg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 8 mg / hari (batas toleransi 23 mg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 11 (pria) dan 9 (wanita) mg / hari (batas toleransi 34 mg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 11 (pria) dan 8 (wanita) mg / hari (batas toleransi 40 mg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 11 (pria) dan 8 (wanita) mg / hari (batas toleransi 40 mg / hari).

Efek Samping Potensial

Suplementasi zinc dapat menyebabkan efek samping yang mungkin terjadi, yaitu iritasi saluran cerna dan muntah.

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan bersama antibiotik golongan tetrasiklin dan florokuinolon (misal Ciprofloxacin, levofloxacin, moxifloxacin) dapat berpotensi mengurangi absorpsi antibiotik tersebut. Jeda penggunaan zinc yaitu 2 jam sebelum atau 6 jam sesudah minum antibiotik tersebut.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Natures Plus Zinc di-picolinat 30 mg (plus Vitamin B6 10 mg)
  • Redoxon Double Action (Zinc 10 mg + Vitamin C 1000 mg)
  • L-Zinc sirup 10 mg/5 mL
  • Orezinc sirup 20 mg/5 mL

Zat Besi

Manfaat untuk Imun

Kekuragan zat besi dapat menurunkan respon hipersensitivitas tipe lambat, mitogen, dan aktivitas sel NK; menurunkan kemampuan bakterisida limfosit, dan menurunkan level interleukin-6.

Suplementasi zat besi dapat meningkatkan atau melindungi dari infeksi bakteri, virus, jamur, dan protozoa tergantung pada dosis zat besi. Namun, suplementasi yang berlebihan justru malah meningkatkan pertumbuhan patogen dan virus.

Sumber dari Makanan

Hati, daging, kuning telur, kacang polong, gandum utuh atau yang diperkaya, sayuran hijau tua, udang.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis zat besi dalam satuan miligram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 10 mg / hari (batas toleransi 40 mg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 8 mg / hari (batas toleransi 40 mg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 11 (pria) dan 15 (wanita) mg / hari (batas toleransi 45 mg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 8 (pria) dan 18 (wanita) mg / hari (batas toleransi 45 mg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 8mg / hari (batas toleransi 45 mg / hari).

Efek Samping Obat

Suplementasi zat besi dapat mengiritasi mukosa lambung dan menyebabkan mual, nyeri perut, konstipasi (sembelit) atau diare. Untuk mengatasi efek samping aktual, disarankan untuk menurunkan dosis atau meminumnya saat makan (absorpsi akan terganggu jika ada makanan, oleh karena itu jika tidak mengalami efek samping, suplemen zat besi diminum saat perut kosong).

Interaksi dengan Obat Lain

Penggunaan bersama antibiotik golongan tetrasiklin dan florokuinolon (misal Ciprofloxacin, levofloxacin, moxifloxacin) dapat berpotensi mengurangi absorpsi antibiotik dan absorpsi zat besi. Jeda penggunaan antibiotik tersebut yaitu 2 jam sebelum atau 6 jam sesudah minum suplemen zat besi.

Penggunaan bersama antasida dapat menurunkan kelarutan dan absorpsi zat besi. Jeda penggunaan keduanya minimal 2 jam.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • Biosanbe
  • Sangobion
  • Hemobion

Selenium

Manfaat untuk Imun

Kekurangan zat ini dapat mempengaruhi kekebalan humoral dan infeksi virus yang meningkat. Pada anak-anak, defisiensi selenium dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi pernapasan dalam 6 minggu pertama kehidupan.

Suplementasi selenium dapat meningkatkan respons imun terhadap virus, tetapi dapat memperburuk asma karena alergi.

Sumber dari Makanan

Daging, biji-bijian, bawang, susu.

Dosis yang Dianjurkan

Menurut Recommended Dietary Allowance (RDA), dosis selenium dalam satuan mikrogram perhari adalah :

  1. Anak-anak usia 4-8 tahun : 30 mcg / hari (batas toleransi 150 mcg / hari).
  2. Anak-anak usia 9-13 tahun : 40 mcg / hari (batas toleransi 280 mcg / hari).
  3. Anak-anak usia 14-18 tahun : 55 mcg / hari (batas toleransi 400 mcg / hari).
  4. Dewasa usia 19-50 tahun : 55 mcg / hari (batas toleransi 400 mcg / hari).
  5. Manula usia 51- >70 tahun : 55 mcg / hari (batas toleransi 400 mcg / hari).

Efek Samping Potensial

Efek samping yang mungkin terjadi pada suplementasi selenium adalah rambut rontok, muncul lesi kulit, kelemahan otot, kelelahan, dan kelainan saraf.

Contoh Produk yang Ada di Indonesia

  • SEA QUILL SELENIUM PLUS ACE 30’S ( (Beta Carotene 25.000 IU, Vitamin C 500 mg, Vitamin E alami 400 IU dan Selenium 50 mcg)

Daftar Pustaka

  • Berardi. R. R. et al (2009). Handbook of Nonprescription Drugs. An Interactive Approach to Self Care. Washington: American Pharmacists Association.
  • Ikatan Apoteker Indonesia. 2019. ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia Volume 52. Jakarta: PT. Isfi Penerbitan.
  • Maggini, S., Pierre, A., & Calder, P. C. (2018). Immune Function and Micronutrient Requirements Change over the Life Course. Nutrients10(10), 1531. https://doi.org/10.3390/nu10101531
  • National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. 2019. Dietary Supplement Ingredient Database. Diakses online melalui https://dietarysupplementdatabase.usda.nih.gov/ingredient_calculator/help.php tanggal 25 Maret 2020.
apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.