apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Tutorial Membuat Pill Box Daily

2 min read

Duniaku Maya – Masih asingkah dengan istilah pill box atau pill organizer?

Pill box atau pill organizer masih jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Pill box merupakan wadah yang digunakan untuk memudahkan pasien yang harus minum obat yang cukup banyak (polifarmasi) secara rutin dalam jangka waktu tertentu.

Pill box ini dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien karena dapat menghindari miss dose (lupa minum obat), mencegah minum obat dengan interval waktu terlalu dekat, atau menghindari minum obat berlebih dari yang seharusnya.

Cara menggunakan pill box sangat mudah. Gunting kemasan primer obat, masukkan obat ke dalam pill box sesuai dengan aturan minumnya (kemasan primer bisa dibuka atau tidak, kalau saya cenderung untuk tidak membuka untuk menghindari ketidakstabilan obat), simpan pill box pada ruangan yang jauh dari paparan sinar matahari langsung.

Masih bingung? Coba lihat gambar di bawah ini :

Pill Box Harian untuk Aturan Pakai Tiga Kali Sehari

Source : amazon.com

Pill box harian lebih cocok digunakan untuk obat-obat yang diminum lebih dari satu kali sehari, namun kekurangannya, kotak harus diisi obat setiap hari.

Pill Box Mingguan

Source : amazon.com

Pill box mingguan lebih efisien digunakan jika meminum obat dengan aturan minum sehari sekali.

Pill Box Bulanan

Source : amazon.com

Pill box bulanan hampir sama dengan pill box mingguan, hanya saja lebih efisien digunakan untuk pasien yang harus minum obat rutin selama 30 hari karena jika menggunakan pill box mingguan, pasien/care giver harus rutin mengisi ulang obat untuk minggu selanjutnya.

Smart Pill Box

Source : pinterest.com

Selain pill box manual, sudah hadir pula smart pill box, yaitu pill box yang dilengkapi dengan kecanggihan teknologi untuk memudahkan penggunaan, seperti alarm yang berfungsi untuk mencegah lupa minum obat.

Harga

Ada rupa, ada harga bukan? Anda bisa membeli pill box dengan harga yang bervariasi. Untuk pill box manual, estimasi harga sekitar 20 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah. Sedangkan untuk smart pill box, estimasi harga sekitar 200 ribu rupiah.

Tutorial Membuat Pill Box Daily

Jika Anda memiliki keinginan untuk membuat pill box versi sendiri, waktunya berkreasi! Gunakan barang-barang yang ada di sekitar Anda, tapi pastikan kebersihannya, ya!

Seperti yang saya lakukan. Saya membuat pill box versi saya sendiri karena ibu saya harus minum obat rutin selama dua puluh hari. Saya khawatir jika saya sedang tidak ada di rumah (red: bekerja), ibu saya akan bingung tentang aturan minum obatnya, sehingga saya sangat membutuhkan pill box untuk membantu ibu saya meminum obat secara benar.

Pill Box Daily dari box bekas
Source : dokumen pribadi

Alat dan Bahan

Source : dokumen pribadi
  1. Lem tembak + isi
  2. Gunting
  3. Box bekas (jika tidak menemukan box dengan ukuran yang sesuai, Anda bisa membuat box dengan kertas origami. Banyak tutorialnya di Youtube).
  4. Sticky Notes ukuran 76 x 10 mm
  5. Pita
  6. Isolasi bening
  7. Bulpoin / spidol

Langkah Pembuatan

Source : dokumen penulis
  1. Lipat sisi tutup kotak ke arah dalam (bisa juga di gunting). Rekatkan dengan isolasi secukupnya. Sisakan sisi tutup bagian atas.
  2. Ambil satu lembar sticky notes, gunakan untuk membungkus sisi depan kotak.
  3. Tampak samping kotak. Rekatkan ujung sticky notes dengan isolasi bening secukupnya.
  4. Tampak bagian bawah kotak. Lipat sticky notes seperti gambar. Rekatkan dengan isolasi bening secukupnya dengan rapi.
  5. Ulangi, ambil satu lembar sticky note untuk membungkus sisi lainnya.
  6. Tampak samping kotak, rekatkan ujung sticky notes dengan isolasi bening secukupnya.
  7. Tampak bagian bawah kotak, rapikan seperti langkah ke-4.
  8. Pada sisi atas kotak, gunakan isolasi bening secukupnya untuk merekatkan ujung sticky notes pada sisi atas kotak.
  9. Pada bagian tutup kotak, gunakan sticky notes untuk membungkus tutup. Lipat dengan rapi dan rekatkan dengan isolasi bening secukupnya. Ulangi langkah-langkah di atas untuk kotak-kotak selanjutnya.
Source : dokumen penulis

10. Rekatkan satu kotak dengan kotak yang lain dengan menggunakan lem tembak.
11. Gunakan sticky notes ukuran kecil dan warna berbeda untuk ditempelkan di sisi depan kotak. Beri jam minum obat dengan jelas. Pada gambar, saya menuliskan pukul 04.00 (sahur), 18.00 (buka), dan 23.00 (malam).
12. Hias kotak dengan pernak-pernik seperlunya. Saya menggunakan pita yang dililitkan di kotak dan aksen mutiara. Tidak dihias juga tidak masalah 🙂 .
13. Isi dengan obat aturan minumnya. Contoh : Ibu saya harus minum Sporacid 1×1, Cetirizin 1×1, dan Co-Amoxiclav 3×1. Pada kotak berlabel 04.00, saya mengisi obat Co-Amoxiclav 1 kapsul, pada kotak berlabel 18.00 saya mengisi obat Co-Amoxiclav 1 kapsul, dan pada kotak berlabel 23.00 saya mengisi obat Co-Amoxiclav 1 kapsul, Sporacid 1 Kapsul, dan Cetirizin 1 tablet.

Contoh pengisian obat pada pill box
Source : dokumen penulis
Tampak belakang
Source : dokumen penulis
Tampak atas
source : dokumen penulis

Mudah bukan? Yang perlu diingat adalah kita harus memperhatikan cara penyimpanan pill box ini. Agar tidak lupa, letakkan di tempat yang mudah dilihat oleh pasien, misal di dekat tempat tidurnya, namun pastikan tempat jauh dari paparan sinar matahari langsung.

Selamat mencoba dan semoga lekas sembuh bagi yang sakit! ^.^

Baca juga tulisan menarik lainnya :

apt. Maya Firdausi, S.Farm Lulusan Apoteker Universitas Airlangga periode 108 (2019). Pernah aktif di jurnalistik SMAN 1 Bangil dan Majalah Farmapos Farmasi UNAIR. Beberapa cerpen tergabung pada 11 antologi bersama penulis lain yang diterbitkan oleh penerbit indie. Telah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen berjudul "Rescue Me" (2020). Penerima manfaat Beastudi Etos Dompet Dhuafa angkatan 2014 dan Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun 2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.